Koalisi Gemuru-AMPRA Desak Bupati-Kapolres Bantaeng Evaluasi Kadis Perindag dan Kasat Reskrim

264
DEMONSTRASI. Aktivis Gemuru dan AMPRI Bantaeng menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Bantaeng.

KABARNUANSA.ID, BANTAENG – Puluhan aktivis yang tergabung dalam Koalisi Gerakan Muda Perubahan (Gemuru) dan Aliansi Mahasiswa Pemuda Prihatin Indonesia (AMPRI) menggelar aksi unjukrasa di dua tempat yakni Mapolres Bantaeng dan Kantor Bupati Bantaeng, Selasa (4/1/2022).

Aksi demonstrasi yang dipimpin, M. Akbar, sempat memacetkan jalur trans Sulawesi tepatnya di depan Kantor Bupati dengan melakukan pembakaran ban. Dalam aksinya mereka menuntut dua institusi tersebut di daerah ini untuk bertanggungjawab atas hilangnya nyawa warga yang menjadi korban pelaksanaan Pilkades beberapa waktu lalu.

“Kami menuntut keadilan dan mendesak Kapolres segera mengusut tuntas dan menemukan pelaku atas kematian warga atas nama Wahyudi warga Desa Bonto Salluang Kecamatan Bissappu dan Bakaring alias Baka’ warga Tombolo Kecamatan Pa’jukukang yang tewas saat Pilkades,” ungkap Akbar.

Bukan hanya itu, Kapolres Bantaeng diminta segera memeriksa dan menghentikan aktivitas tambang galian industri terhadap oknum Polisi dan oknum anggota dewan yang diduga kuat tidak mengantongi izin.

Jika dalam waktu 1×24 jam tidak dilakukan tindakan, maka AMPRI dan Gemuru patut curiga bahwa ada keterlibatan Kapolres di tengah maraknya tambang galian industri di Bantaeng.

“Jam juga meminta Kapolres Bantaeng agar mengevaluasi kinerja Kasat Reskrim karena diduga kuat tidak becus dalam memberantas kasus kriminal di Butta Toa,” pintanya.

Aktivis juga secara tegas meminta Bupati Bantaeng segera mengambil tindakan tegas dengan mencopot Kepala Dinas Perindag dari jabatan. Itu karena pejabat tersebut dinilai tidak mampu memberantas mafia tambang galian industri di Bantaeng. (ali/asa)