Proyek Rabat Beton di Pasar Baru Mulai Rusak, Ketua Komisi 3 Minta Tanggungjawab Dinas PUPR

356 views

KABARNUANSA.ID, BANTAENG – Sungguh ironis kondisi proyek pembangunan jalan rabat beton di depan Pasar Baru Bantaeng yang belum lama selesai pengerjaannya. Insfrastruktur yang semestinya diharapkan dapat dimanfaatkan jangka panjang, ini malah terkesan dikerjakan asal jadi dan sangat mengecewakan.

Pernyataan tersebut dikemukakan, Ketua Komisi 3 DPRD Bantaeng, Muhammad Asri SE, menyikapi adanya aspirasi masyarakat terkait kondisi jalan rabat beton di Pasar Baru Bantaeng.

“Kami menerima banyak aspirasi masyarakat yang mengeluhkan kondisi jalan rabat beton di pasar baru. Proyek yang usai dikerjakan sekitar enam bulan itu, kini mulai mengalami kerusakan. Kondisi ini membuat kami miris dan kecewa,” ungkap Muhammad Asri, Rabu (9/6/2021).

Menurutnya, proyek pembangunan jalan rabat beton yang dibiayai Anggran Pendapat Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2020 itu dikerjakan kontraktor PT. Agung Perdana dengan besaran anggaran Rp5 Miliar lebih bersumber dari bantuan keuangan provinsi dalam bentuk hibah. Namun sangat disayangkan anggaran cukup besar itu tidak berbanding lurus dengan kualitas pekerjaan alias tidak sesuai harapan masyarakat.

Kualitas dari sebuah pekerjaan proyek, kata politisi PKB ini tidak dapat dibohongi. Walaupun telah rampung dikerjakan oleh rekanan, tetapi kondisi jalan tersebut dibeberapa titik mengalami kerusakan. Sehingga dari kasat mata, masyarakat dapat menilai dan tahu berkualitas atau tidak pekerjaan ini.

“Kami sebagi legislator yang menghimpun aspirasi masyarakat sangat kecewa, sebab pembangunan jalan terkesan hanya mengutamakan kuantitas saja, bukan seharusnya mengutamakan kualitas sesuai harapan,” mirisnya.

Untuk itu, diminta kepada Dinas PUPR Bantaeng segera memperbaiki pekerjaan jalan di Pasar Baru. Apalagi
pekerjaan tersebut belum cukup lama selesai. Begitu juga masa retensi atau pemeliharaan pasca Final Hand Over (FHO) masih berjalan. Kerusakan ini terjadi mungkin disebabkan pelaksana proyek hanya mengejar waktu pelaksanaan pada akhir 2020 lalu.

“Padahal yang kami pahami output dari kegiatan ini diharapkan agar bisa mengatasi banjir. Tapi yang terjadi justru sebaliknya dan semakin parah karena saat musim hujan, air tergenang di kios-kios atau di lost pedagang pasar. Dengan kondisi ini Bupati diminta dapat melakukan evaluasi kinerja Kadis PUPR,” tandas Ketua DPC PKB Bantaeng ini.

Ketua Komisi 3 DPRD Bantaeng, Muhammad Asri, SE.

Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Bantaeng, Misbah, mengungkapkan, sebagai upaya tindak lanjut dari keluhan masyarakat melalui DPRD itu, pihaknya berjanji segera melayangkan surat peringatan kepada pihak kontraktor untuk segera membenahi jalan yang terdapat dibeberpa titik mengalami kerusakan.

“Pekerjaan rabat beton tersebut menggunakan anggaran bencana alam Provinsi. Tapi Insya Allah akan dilakukan perbaikan sebelum dibayarkan dana pemeliharan (FHO). Serta tidak akan memberikan dana retensi 5 persen yang masih dalam penguasaan pemerintah.

“Saya janji tidak akan mencairkan dana jaminan alias retensinya sebesar 5 persen dari nilai kontrak sebelum dilakukan perbaikan,” jelas Kabid Bina Marga.

Sementara Herman, selaku Direksi PT. Agung Perdana, membeberkan saat dilakukan proses pekerjaan rabat beton, sering pekerja berdebat dengan pengendara. Itu karena para pengendara memaksa untuk melintas di jalan yang masih dikerjakan.

“Saat itu pekerjaan beton belum kering tapi jalanan sudah dilalui kendaraan oleh pengendara. Bahkan pengendara sengaja membongkar paksa palang pekerjaan proyek sehingga cukup mengganggu kegiatan rabat beton.

“Kegiatan proyek ini dianggarkan sekitar Rp5 miliar. Dan Insya Allah kami akan melakukan perbaikan teehadap titik jalan yang rusak. Perbaikan itu akan menggunakan anggaran retensi yang belum cair,” katanya. (alb/asa)