Tabungan Rp400 Juta Raib, Nasabah Minta Pertanggungjawaban BRI

31 views
Sigit Prasetya

KABARNUANSA.id,MAKASSAR – Nasib malang menimpa Sigit Prasetya, seorang nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Toddopuli, Makassar. Dia harus menelan pil pahit akibat tabungannya senilai Rp400 juta raib.

Sigit menduga pihak bank melakukan penggelapan dana nasabah. Pasalnya, sejak ia mulai menabung, ia tak pernah melakukan penarikan uang.

Kejadian bermula saat tahun 2018 lalu, Sigit mulai bergabung untuk membuka rekening program Simpedes Hadiah Langsung.

” Awalanya saya diajak oleh teman yang juga pegawai BRI untuk bergabung di program Simpedes Hadiah Langsung sehingga pada tanggal 29 Agustus 2018 saya langsung mendaftar dan buka rekening. Uang yang saya masukkan senilai Rp400 Juta,” ucapnya saat ditemui Portal Makassar, Senin (15/3).

Karena semua berkas sesuai prosedur, kata Sigit, ia akhirnya memenangkan program tersebut dan mendapatkan hadiah satu unit TV.

Selang waktu satu tahun berikutnya, tepatnya di tahun 2019, Sigit berniat untuk mencairkan uang yang ada di tabungannya.

Tak disangka, saat ia sampai ke bank dan ingin melakukan transaksi, ternyata saldo tabungannya nol rupiah.

“Saya cukup heran dengan perkataan pihak bank yang mengatakan kalau uang yang saya simpan sudah saya tarik. Padahal saya tidak pernah melakukan itu. Setelah saya minta print rekening koran. Ternyata uang saya yang Rp400 juta telah dilakukan penarikan oleh pihak bank 49 menit setelah saya membuka rekening pada 2018 lalu,” jelasnya.

Tak sampai di situ, bukti penarikan yang diperlihatkan oleh pihak bank kepada Sigit tertera tanda tangannya, teller dan kepala cabang yang tak dituliskan namanya.

Sigit heran kenapa uangnya tersebut bisa dicairkan, padahal diperlukan kartu identitas penduduk (KTP) untuk dapat mencairkannya.

Sigit mengaku pihak bank BRI pun tak mau memberikan klarifikasi. Pihak bank justru meminta Sigit untuk berhubungan langsung dengan teller secara pribadi.

“Pihak BRI bilang kalau itu bukan masalah BRI. Itu adalah masalah person yang melakukannya. Tidak ada juga solusi yang diberikan BRI padahal semua prosedur yang telah saya jalani sampai mendapatkan TV itu dari BRI,” bebernya.

Hingga berita ini diterbitkan, Sigit telah menyerahkan kasus ini kepada pihak berwajib. Ia berharap Polda Sulsel dapat membantunya untuk menyelesaikan masalah ini. Apalagi di masa pandemi ini krisis ekonomi sedang dirasakan Sigit.

“Bukan hanya itu, saya juga berharap agar pimpinan wilayah BRI bisa bertanggung jawab atas hilangnya dana saya di tabungan BRI yang entah saya tau ke mana. Saya mohon agar kasus ini diperhatikan,” pungkas Sigit.