Serap Aspirasi Rakyat, Hamka B.Kady Bertekad Tingkatkan Insentif Pendamping

267 views

KABARNUANSA.ID, MAKASSAR – Anggota Komisi V DPR RI, Drs. Hamka B. Kady, M.S  yang akrab disapa HBK, melakukan kunjungan kerja di Daerah Pemilihannya (Dapil) Sulawesi Selatan (Sulsel) 1. Kunker ini juga sekaligus menyerap aspirasi rakyat di sejumlah kabupaten terkait nasib para pendamping desa, Jumat (8/1/2021).

Pada pertemuan yang digelar di Rumah Aspirasi HBK yang beralamat di Jalan Topaz Raya / Ruko Ruby itu, Hamka B.Kady didampingi Abd. Rahman Koordinator P3MD Provinsi Sulsel dan Emil Salim selaku Koordinator Kabupaten GARDA HBK (Sahabat HBK) Bantaeng.

Kegiatan tersebut dihadiri sebahagian besar tenaga ahli pendamping kabupaten, pendamping kecamatan dan pendamping desa se Kabupaten Bantaeng juga secara Virtual Pendamping Desa se Kabupaten Selayar.

Agenda Anggota DPR RI tersebut untuk mendengar keluhan atau kendala yang dialami para pendamping desa. Hamka B.Kady, dihadapan masyarakat mengaku sangat bangga dan bersyukur karena dapat bertemu langsung dengan pemuda dan masyarakat di beberapa kabupaten di Dapil 1 Sul-Sel.

“Alhamdulillah saya bersyukur dan bangga dengan suasana penuh rasa kekeluargaan ini. Semoga tali silaturrahmi ini terus terjalin dan mari kita saling menguatkan tanpa membedakan karena kita semua saudara,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan kepada seluruh pendamping desa yang hadir langsung maupun lewat virtual untuk selalu menjaga kesehatan dan melindungi diri agar terhindar dari virus Covid-19.

Politisi Senayan putra daerah SulSel dua periode ini juga mengaku akan berupaya maksimal untuk meningkatkan penghasilan terkait kecilnya insentif atau gaji pendamping desa. Begitu juga adanya gagasan terkait kontrak kerja multi years. Ini bertujuan agar seluruh pendamping desa bisa bekerja maksimal.

“Jika potensi sumber daya manusia tingkat desa sudah maksimal, otomatis akan mendorong percepatan pembangunan di desa. Tapi tentunya dibutuhkan peran para pendamping desa lebih optimal yang akan diperjuangkan untuk meningkatkan insentif para pendamping desa,” terangnya.

Sedangkan untuk pendamping desa yang ada di Kabupaten Selayar mengeluhkan perlunya perlakuan khusus terhadap pendamping lokal desa yang bertugas di pulau-pulau.

Selain itu, pendamping desa juga mengeluhkan terbatasnya akses internet di Kabupaten Selayar, sehingga cukup menyulitkan kerja-kerja laporan dan administrasi sebab semua kerja pendamping sudah digital. Sehingga diharapkan ada perhatian serius termasuk membangunan tower jaringan.

Menanggapi hal tersebut, Hamka B.Kady, menyatakan akan berupaya untuk mengakomodir keinginan pendamping desa di daerah berjuluk Tanah Doang itu. Apalagi Kabupaten Selayar dengan kondisi geografisnya memang cukup sulit mengakses jaringan internet.

“Tentunya kondisi ini cukup mempengaruhi tugas dan tanggung jawab pendamping desa. Sehingga persoalan ini memang perlu mendapat perhatian dan disikapi secara serius,” kunci HBK. (alb/asa)