Hargai Perjuangan Guru dan Pembinaan Bakat Anak, Kadis Dikbud Ajukan Dua Rancangan Perbup

172 views

KABARNUANSA.ID, BANTAENG – Sepanjang tahun 2020 sedikitnya ada dua rancangan peraturan bupati (ranperbup) telah dibuat Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Drs Muhammad Haris, M.Si. Keduanya adalah, rancangan Perbup tentang Tata Laksana Pemakaman Guru yang wafat dan Ranperbup tentang Sabtu Bakat.

 

Kedua rancangan Perbup tersebut dimaksudkan agar profesi guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa dapat lebih dihargai dan dihormati sebagai tokoh pendidik yang ditangannya mampu menciptakan generasi terbaik bangsa.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bantaeng, Drs Muhammad Haris, M.Si, rancangan Perbup ini dibuat untuk dapat lebih memberikan arti terhadap profesi guru. Rancangan Perbup Tata Laksana Pemakaman Guru yang Wafat tersebut dibuat didasarkan atas pemikiran bahwa Guru semestinya tidak hanya sebatas digelari sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.

“Tetapi lebih dari itu, sedapat mungkin profesi yang mulia itu bisa mendapatkan penghormatan diakhir hayatnya. Setidaknya ada prosesi upacara pemakaman ketika sang pahlawan tanpa tanda jasa itu meninggal dunia,” ungkap Muhammad Haris, Kamis (7/1/2020) di kantornya.

Para tenaga pendidik, kata dia, sangat berharap agar Pemerintah Kabupaten dapat memberikan penghargaan dan penghormatan terhadap guru yang telah mengabdikan jiwa dan raganya untuk negara dalam rangka mencerdaskan anak bangsa.

Terkait anggaran yang akan digunakan terhadap rancangan Perbup ini ada dua lembaga yang dapat diusulkan yakni Satpol PP dan PGRI. Satu dari dua lembaga tersebut diharapkan dapat menyelenggarakan prosesi atau upacara setiap guru yang telah wafat.

Sedangkan rancangan Perbup yang juga saat ini telah dimasukkan dan sementara dalam telaah serta kajian di bagian hukum adalah ranperbup Sabtu Bakat. Ranperbup ini dibuat dan diusulkan didasarkan atas kebutuhan anak didik terhadap pengembangan bakat. Jadi sedapat mungkin kebutuhan tersebut dapat terlayani.

“Pada prinsipnya kita ingin anak didik memiliki wadah penyaluran bakat. Maka lewat ranpebup tersebut dapat menjawab kebutuhan mereka untuk mengembangkan bakat maupun skill yang dimiliki setiap anak. Jadi nantinya setiap hari Sabtu anak didik diberikan kebebasam untuk menunjukkan bakatnya,” jelas mantan Plt Kadispora itu.

Dia menjelaskan, rancangan Perbup Sabtu Bakat ini bertujuan untuk kembali menghidupkan nilai-nilai budaya serta kearifan lokal di tengah masyarakat melalui pembinaan bakat generasi muda. Artinya khusus pada hari Sabtu secara ful,, seluruh sekolah memberikan ruang bagi anak didik untuk mengembangkan bakat

Dengan begitu sangat diharapkan melalui wadah ini setiap potensi yang dimiliki anak didik bisa tercover dan disalurkan dalam rangka pengembangan diri dan kepribadian generasi bangsa,” kuncinya. (alb/asa)