Puluhan Calon Barista Kopi Kaum Perempuan Ikuti Pelatihan di Sentra Kopi Banyorang

147 views

KABARNUANSA.ID, BANTAENG – Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Bantaeng menggandeng dua lembaga yakni Yayasan Perempuan dan Anak serta Balang Institute menggelar pelatihan Kopi dan Perempuan, Kamis (26/11/2020) bertempat di Sentra Pengolahan Kopi Banyorang Kecamatan Tompobulu Kabupaten Bantaeng.

Pelatihan Barista Kopi dan Perempuan ini juga dihadiri Ketua Forum Industri Kecil dan Menengah (IKM) Jawa Timur, Muhammad Oskar SE, Ketua Yapenak Irvan, Ketua Akar Tani,Hasri, Ketua Beranda Komunitas, Ramadhani.

Ketua Balang Institute, Adam Kurniawan menyampaikan, kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari, 26 -27 November 2020. Kegiatan ini diikuti sekitar 50 peserta dibagi ke dalam tiga kelompok yakni kelompok barista, kelompok lanjutan dan kelompok Rostine.

“Kami berharap melalui pelatihan ini para peserta sudah mampu menjadi peracik kopi. Minimal dapat menyajikan minuman kopi yang diracik sendiri untuk keluarga, juga bisa dilakukan secara berkelompok atau komunitas,” terang Adam Kurniawan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Bantaeng, Andi Irvan Langgara, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan pelatihan perkopian dan pelatihan ini sangat tepat.

 

BARISTA KOPI. Puluhan calon Barista dari kaum perempuan mengikuti pelatihan meracik kopi di Sentra Pengolahan Kopi di Banyorang Kabupaten Bantaeng. Kegiatan dibuka Kadis Tenaga Kerja dan Perindustrian, A. Irvan Langgara.

Pasalnya, hampir seluruh Warung Kopi yang sudah dikunjungi, sangat jarang ditemukan peracik kopinya adalah perempuan. Maka lewat pelatihan ini diharapkan terjadi kesetaraan sehingga dapat membantu kaum perempuan untuk menjadi peracik kopi yang handal.

“Kami berharap pelatihan ini tidak terputus. Begitu juga dengan pesertanya agar tidak alpa mengikuti pelatihan karena itu bisa merugikan peserta karena ketinggalan pengetahuan atau ilmu perkopian yang disamoaikan para pemateri,” pinta Kadis.

Dia mengatakan, seluruh peserta dari kegiatan ini selain diberikan sertifikat, juga akan dilakukan perengkingan atau memilih peserta terbaik. Mereka nantinya akan dikirim belajar ke daerah yang memang penghasil dan terkenal peracik kopi di Pulau Jawa.

“Insya Allah, Januari atau Februari kami akan mengirim peserta yang ranking untuk diajak melihat produksi dan pembuat kopi di Pulau Jawa. Kedepan kami juga akan lebih tertib baik progres maupun tertib administrasi,” pungkasnya.

Pelatihan Barista Kopi dan Perempuan ini juga dihadiri Ketua Industri Kecil dan Menengah (IKM) Jawa Timur, Muhammad Oskar SE. (alb/asa)