OTK Rusak dan Cemari Kantor Lurah Tanah Loe Pakai Kotoran Sapi, Warga Ancam Bakar Kantor Jika Tidak Diusut

1.5K views

Kabarnuansa.id, Bantaeng – Diduga kantor milik pemerintah dirusak dan sengaja mengotori beberapa ruangan dengan kotoran sapi yang dilakukan orang tak dikenal (OTK), Pelaksana tugas (Plt) Kepala Kelurahan Tanah Loe Kecamatan Gantarangkeke Kabupaten Banteng, Muhammad Ramli, secara resmi melaporkan peristiwa tersebut ke Polisi, Jumat (22/5/2020).

“Kami harus melaporkan peristiwa yang terjadi di kantor lurah Tanah Loe karena merupakan tindak pidana pengerusakan kantor fasilitas pemerintah. Bahkan ada salah satu komputer data milik kantor penuh kotoran sapi. Kami curiga ada upaya oknum untuk merusak data milik kantor Tanah Loe,” beber Plt Lurah kepada Kabarnuansa.id, usai melapor kasus tersebut ke polisi.

Menurut Ramli, peristiwa ini merupakan kali kedua dan diduga dilakukan oleh oknum yang sama. Sebelumnya, aksi seperti ini dilakukan pada 2015 dan peristiwa kedua terjadi pada Rabu malam tanggal 20 Mei 2020 lalu.


“Kasus yang terjadi sebelumnya juga pernah dilaporkan pada 2015 lalu, namun tidak ada tindak lanjut dari pihak kepolisian. Tapi semoga laporan kali ini bisa disikapi serius dan mengusut pelaku di balik pengerusakan kantor pemerintah ini,” jelasnya.

Bukan apa-apa, lanjut dia, jika kasus ini tidak diproses hukum dan menangkap pelaku pengerusakan kantor, masyarakat setempat meminta pemerintah segera memindahkan kantor tersebut ke lokasi lain. Sebab warga mengancam akan membakar kantor jika pelaku tidak ditangkap.

“Peristiwa ini membuat warga setempat malu dan merasa di pandang enteng. Apalagi kantor yang dirusak adalah milik pemerintah untuk melayani berbagai kebutuhan bagi penduduk setempat,” beber Ramli yang diamini sejumlah tokoh masyarakat.


Selain itu, Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Gantarangkeke Abd Azis mengatakan, berdasarkan laporan warga, pelaku merusak dan mengotori dua ruangan di kantor lurah yakni ruang Sekretaris Lurah dan ruang Kepala Seksi Pemerintahan. Dari dua ruangan tersebut terdapat komputer dan diapencer.

Dua barang inventaris tersebut penuh dengan kotoran sapi Khusus komputer yang memuat banyak data penduduk dikhawatirkan mengalami kerusakan karena hampir seluruh bagian komputer dipenuhi kotoran sapi yang sudah mengering.

Bukan hanya itu, hampir seluruh tembok ruang juga sengaja dibaluri kotoran sapi, termasuk sejumlah kursi kantor tidak luput dari tangan tangan jahil. Akibatnya, kondisi ruangan terlihat kotor dan berbau tidak sedap. Bisa jadi pelakunya adalah penduduk setempat.


Mantan Lurah Tanah Loe ini juga menyebutkan, pelaku perusakan fasilitas pemerintah ini diduga masuk ke beberapa ruangan kantor lurah dengan cara merusak jendela. Tidak tahu apa motif dibalik peristiwa ini. Namun warga menyerahkan sepenuhnya pengusutan kasus ini kepada aparat kepolisian.

“Tapi yang pasti sebagai bawahan, peristiwa ini sudah kami laporkan ke Bupati Bantaeng. Kami juga berharap polisi bisa mengusut dan menangkap pelakunya,” tandas Sekcam yang mendapat dukungan warga setempat. (alb/asa)