Pembagian Sembako Covid-19 Diduga Salah Sasaran, Ketua Komisi 3 DPRD Janji Hearing Kadis Sosial

1.1K views

Kabarnuansa.id, Bantaeng – Pasca pembagian sembako terdampak virus Corona yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Bantaeng dan dilepas secara resmi Bupati Bantaeng Ilham Azikin di Posko Induk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bantaeng, Rabu (15/4/2020), tampaknya banyak dikeluhkan warga. Pasalnya, sistem pembagiannya di lapangan diduga tidak tepat sasaran.

Pernyataan tersebut diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Bantaeng Muhammad Asri SE, setelah mendapat banyak pengaduan atau aspirasi dari warga. Atas pengaduan tersebut pihaknya menduga pembagiannya salah sasaran karena banyak yang menerima sembako justeru dari kalangan keluarga mampu.

“Semestinya bantuan sembako itu lebih mengutamakan untuk keluarga miskin atau memang yang dianggap paling terkena dampak dari bencana nasional Covid-19 ini. Jangan selalu berdalih pembagian tersebut mengacu pada data yang ada, tapi faktanya tidak seperti itu,” tegas Asri, Rabu (15/4/2020).

Terkait banyak pengaduan yang diterimanya, Komisi III dalam waktu dekat akan memanggil Kepala Dinas Sosial selaku leading sektor pembagian bantuan tersebut untuk dimintai penjelasannya pada rapat dengar pendapat.

Tidak hanya itu, dia juga menegaskan, fraksinya akan mengawasi dan mengawal secara ketat anggaran penanganan Covid-19 Kabupaten Bantaeng yang diestimasi mencapai Rp25 miliar. Bila perlu, sebelum ditetapkan sebaiknya dikoordinasi terlebih dahulu dengan pimpinan DPRD.

“Musababnya anggaran yang digunakan adalah uang rakyat sehingga sudah menjadi kewajiban legislatif untuk mengawasi penggunaannya. Makanya secepatnya kami juga akan menghearing Kadis Sosial terkait adanya masalah pada sistem pembagian bantuan,” cetus anggota fraksi PKB ini.

Bila perlu, imbuh dia, kalau masih ada bantuan yang belum tersalurkan sebaiknya dihentikan dulu. Ini untuk meminimalisir keluhan rakyat yang menuding pembagian bantuan paket sembako itu tidak adil karena ada warga yang tingkat kehidupannya diatas rata-rata atau bahkan memiliki kendaraan roda empat justeru diberikan bantuan.

Sebelumnya Kepala Dinas Sosial , Syamsir, dihadapan sejumlah insan media saat digelar konfrensi Pers di Posko Induk Gugus Tugas Covid-19 Bantaeng menyampaikan sentra bantuan sosial mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tahun 2020 yang telah divalidasi oleh Kementerian Sosial RI.

“Sesuai hal itu maka data yang terhimpun saat ini untuk penangan Covid-19 sebanyak 3.565 Rumah Tangga Sasaran (RTS) tersebar di Desa/Kelurahan se-Kabupaten Bantaeng dan menjadi perhatian pemerintah dalam penangan sosial,” katanya.

Dari data tersebut, terang dia, ada lima segmen utama terdampak yaitu pekerja serabutan sebanyak 1833 RTS, pekerja bidang transportasi dan perdagangan 607 RTS, pekerja bangunan 740 RTS, pekerja perikanan budidaya 374 RTS serta pekerja hotel dan rumah makan 11 RTS.

Pemberian bantuan sosial ini dimaksudkan untuk mengurangi beban masyarakat prasejahtera yang terdampak Covid-19 sejak 17 Maret 2020 dimana mulai diberlakukan pembatasan aktivitas masyarakat (Sosial Distancing) dengan iimbauan mengurangi aktivitas diluar rumah. (alb/asa)