Peduli Warga Terdampak Covid-19, PGRI Bantaeng Bagikan 10 Ton Beras dan Masker

252 views

Kabarnuansa.id, Bantaeng – Sebagai wujud kepedulian terhadap dampak wabah virus corona (Covid-19), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bantaeng memberikan bantuan bahan pokok (sembako) di kalangan internal pendidik terutama para guru honorer, tata usaha honorer, penjual, cleaning service, securiti yang ada di lingkungan sekolah serta masyarakat yang terdampak wabah ini.

Penyerahan bantuan sembako dihadiri Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bantaeng Drs. Muhammad Haris, M.Si, Kepala Cabang Dinas wilayah V Provinsi Sulsel Bustanul Arifin SH dan Ketua PGRI Bantaeng, S.Pd, MM, Rabu (15/4/2020) di pusatkan di Cafe Panrita 44 SMA Negeri 4 di Jl. Merpati.

Jauh hari sebelum aksi peduli ini dilaksanakan, Ketua PGRI Bantaeng telah berkoordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bantaeng terkait penggalangan dana serta bentuk bantuan lainnya yang dihimpun dari para guru dan anggota PGRI di daerah ini.

Alhasil, bantuan yang terkumpul dari anggota, pengurus dan donatur PGRI Bantaeng dari semua cabang berupa Beras dengan rincian sekitar 2,5 ton beras khusus dari pengurus PGRI Bantaeng, 7,5 ton beras dari 16 pegurus dan anggota Cabang dan Ranting PGRI se Kabupaten Bantaeng jadi totalnya 10 ton.

Selain itu juga ada Mie Instan, telur, minyak goreng, gula pasir dan 500 lembar masker. Itu sudah termasuk sumbangan berupa uang tunai yang dibelikan beras dan kebutuhan pokok lainnya.

Menurut Ketua PGRI Bantaeng Syafruddin, kegiatan ini akan terus berjalan bersama seluruh jajarannya sampai Wabah Virus Covid-19 selesai. “Semoga kita sabar dan kuat menghadapi ujian ini dan selalu dalam lindungan dan petunjuk Allah SWT. Tuhan yang maha kuasa,” ujar Kepala SMA Negeri 4 Bantaeng ini.

Dikatakan, semua orang berharap wabah Covid-19 ini segera berakhir sehingga semua bisa sehat kembali, perekonomian bisa berjalan normal dan lebih meningkat. “Kami juga menghaturkan terima kasih kepada semua pihak dan donatur yang telah memberikan bantuan semoga bernilai ibadah dan mendapat ganjaran pahala dari Allah SWT, Aamiin,” imbuhnya.

Sementara beberapa tukang becak penerima bantuan mengungkapkan, terjadinya wabah Covid-19 sangat berdampak pada kehidupan mereka khususnya para tukang becak. Sebab penghasilan banyak berkurang karena sudah beberapa pekan terlihat sepi dan lengang.

“Dampak corona ini sangat terasa bagi kehidupan kami selaku penarik becak. Kalau sebelumnya sehari kami bisa mendapat hasil sampai Rp 50 ribu. Tapi sekarang Rp 10 ribu saja terasa sulit,” ungkap Dg. Liwang dengan suara liirih.

Untuk itu para tukang becak yang selalu mangkal di poros jalan Raya Lanto, menghaturkan terima kasih sebesar-besarnya kepada PGRI Bantaeng yang peduli terhadap nasib mereka. (alb/asa)