Layanan Dikeluhkan, Pekan Depan Komisi III DPRD Bantaeng Panggil Direktur RSUD

474 views

Kabarnuansa.id, Bantaeng – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bantaeng mengagendakan pemanggilan terhadap manajemen RSUD Prof Anwar Makkatutu. Pemanggilan tersebut direncanakan pekan pertama di bulan Maret 2020, terkait kualitas pelayanan terhadap pasien

“Ya kami akan memanggil direktur rumah sakit dan jajarannya. Insya Allah pada pekan pertama di bulan Maret. pemanggilan atau rapat kerja ini berkaitan dengan tidak optimalnya pelayanan pada Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) itu,” ungkap Ketua Komisi III DPRD Muhammad Asri, Jumat (28/2/2020).

Menurut Asri legislator PKB, dalam beberapa pekan ini pelayanan rumah sakit dikeluhkan pasien dan keluarganya. Bahkan nyaris tidak mengedepankan profesional dan kualitas. Ditambah lagi adanya peristiwa kurang baik terhadap pasien. Mulai dari perlakuan cleaning service hingga terkesan terjadinya pembiaran terhadap pasien yang butuh tindakan.

“Jadi tidak cukup hanya minta maaf, tapi secara kelembagaan kami butuh penjelasan terhadap peristiwa yang dialami pasien. Dibutuhkan pimpinan dalam upaya peningkatkan kinerja jajaran rumah sakit,” pungkasnya.

Sementara itu, terkait adanya peristiwa cleaning service yang mendadak jadi perawat dan berupaya mengganti inpus pasien serta adanya pasien yang lambat ditangani untuk penggantian cairan inpus, direktur RSUD Prof Anwar Makkatutu, dr Sultan, menyatakan permohonan maaf atas adanya peristiwa tersebut.

 

Direktur RSUD Prof. Anwar Makkatutu, dr. Sultab

“Atas nama manajemen rumah sakit dan pribadi kami memohon maaf dengan adanya peristiwa itu. Sebagai manusia biasa kami tak luput dari kesalahan. Dan selaku pimpinan, kami tak lepas dari tanggungjawab dan segera melakukan perbaikan internal,” ungkapnya.

Ditektur mengakui ada kesalahan yang dibuat cleaning service, meskipun apa yang dilakukan hanya spontanitas atau lebih dari sisi kemanusian sehingga timbul rasa iba kepada pasien.

Tapi apapun itu, kata dokter Sultan, tindakan itu tetap salah karena bukan tugas cleaning service mengurusi pasien. Semoga ini jadi pelajaran berharga bahwa apa yang dilakukan itu baik, belum tentu baik menurut orang lain.

“Kami terus berupaya melakukan peningkatan dan perbaikan terkait manajemen mutu rumah sakit. Kami juga telah mengumpulkan seluruh cleaning service dan perawat untuk diberikan pembinaan,” ujarnya.

Dia menambahkan, lewat peristiwa ini dapat dijadikan pembelajaran agar tak terulang lagi. Apalagi dengan kondisi rumah sakit yang memang mengalami perubahan pesat, dari sebelumnya hanya kapasitas 70 unit tempat tidur menjadi 250 unit. Ini semua perlu perbaikan tingkat layanan dan profesional. (alb/asa)