Hepatitis Merebak, Bupati Bantaeng Keluarkan Edaran, Kadinkes Minta Warga Tidak Percaya Info Hoax

249 views

Kabarnuansa.id, Bantaeng – Penderita Hepatitis hingga kini mulai banyak ditangani sejumlah Puskesmas. Meski jumlahnya tidak banyak namun cukup menyita perhatian Pemkab Bantaeng termasuk Dinas Kesehatan.

Kondisi tersebut memaksa Bupati Bantaeng, Ilhamsyah Azikin, mengeluarkan surat edaran agar dapat menjadi perhatian masyarakat. Surat bernomor 004/15/Dinkes/I/2020 tanggal 22 Januari 2020 itu menginstruksikan Enam poin penting agar masyarakat mewaspadai penyakit berbasis lingkungan di Bantaeng.

“Kami berharap imbauan yang dituangkan lewat surat edaran bupati tersebut dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab,” pinta Ilham Azikin.

Surat edaran Bupati Bantaeng, mengimbau warga untuk waspadai penyakit menular. (foto: ist)

Terkait penderita penyakit Hepatitis, Kepala Bidang Penyakit Menular dan tidak menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantaeng, dr. Armansyah, pengidap Hepatitis saat ini masih terus ditangani tim medis Puskesmas di Bantaeng.

“Jumlah penderita Hepatitis memang cukup banyak. Namun sejauh ini belum ada korban jiwa dan mereka masih bisa ditangani. Sebaliknya, Hepatitis bisa sembuh dengan sendirinya dan itu tergantung kekebalan tubuh setiap orang,” jelasnya, Sabtu (25/1/2020).

Menindaklanjuti Keresahan Masyarakat terkait merebaknya kejadian penularan Virus Hepatitis A yang menyebabkan orang sakit meningkat dalam Bulan Januari 2020, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan langkah-langkah antisipatif.

Langkah yang ditempuh, kata dia, pihaknya melakukan pemeriksaan sampel air pada seluruh Depot Air Minum se-Kabupaten Bantaeng, inspeksi sanitasi kepada penjual makanan, penggunaan alat pelindung diri (APD) ketika mengonsumsi makanan.

“Termasuk pengendalian vektor lalat di lokasi yang tercemar/sanitasi buruk, serta mengimbau masyarakat agar tetap menjaga dan meningkatkan kebersihan lingkungan dan pangan,” jelasnya.

Hanya saja, dalam kondisi seperti ini ada saja pihak menyebarkan informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya alias menyebarluaskan berita hoax. Pesan tersebut disebarkan melalui group-group whatsapp.

Malah pesan yang beredar secara liar itu, telah menjustis sejumlah warung dan tempat jajanan yang terjangkit berbagai macam virus dan harus dihindari untuk tidak berbelanja di tempat itu.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Bantaeng, dr. Andi Ihsan, sangat menyayangkan tindakan oknum yang membuat dan menyebar pesan tersebut. Sebab, hingga kini pihaknya belum merilis hasil resmi terkait hasil pemeriksaan jajanan di Kabupaten Bantaeng.

“Jadi info yang beredar liar itu bukan dari Dinas Kesehatan Bantaeng dan itu berta hoax. Kami belum mengeluarkan rilis resmi terkait hasil pemeriksaan makanan. Kami minta oknum-oknum tidak asal-asal menyebarkan pesan. Kasihan para penjual jajanan dan masyarakat,” kata dr. Andi Ihsan.

Dia menambahkan, saat ini tim Dinas Kesehatan dan seluruh Puskemas masih terus bekerja dan berupaya maksimal memutus rantai penularan virus Hepatitis. Masyarakat diminta tidak terpancing terhadap berita atau issu yang tidak benar dan meresahkan.

“Jadi kami tegaskan kembali bahwa info-info yang menyebar luas itu adalah hoax. Karena Dinkes tidak pernah merilis hasil apapun dan belum melakukan pengkajian mendalam,” tandasnya. (alb/asa)